Mengapa Banyak Pernikahan yang Gagal?


Hari pernikahan adalah seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Anda dan pasangan baru Anda resmi memulai kehidupan Anda bersama-sama dan sangat bersemangat. Bulan madu menyenangkan, seksi dan penuh dengan harapan dan janji untuk masa depan yang cerah, sukses dan romantis. Waktu pun berlalu, namun Anda menemukan diri Anda duduk berdua dengan pasangan Anda dan tidak berbicara, ketika biasanya Anda selalu menghabiskan waktu berbicara selama berjam-jam.
Anda berhubungan Seks, tetapi tidak dalam frekuensi sering dan Anda juga sering tidak bergairah. Anda sering memperdebatkan hal-hal baik dan sering menemukan diri Anda merasa terganggu, kesal, dan cemburu pada hal-hal yang tidak sewajarnya.

Terdengar tidak asing di telinga Anda? Seharusnya, karena ini adalah sebuah pola yang seringkali terjadi dalam pernikahan. Pernikahan memiliki reputasi sebagai hal yang begitu indah dan memuaskan, tetapi mengapa begitu banyak pernikahan yang gagal bekerja? Coba Kita ikuti penuturan dari Love Sessions berikut ini:

Menurut definisi, pernikahan adalah menyatukan dua orang dalam hubungan konsensus yang diakui oleh hukum – dan bagi banyak orang, Tuhan juga. Jadi definisi pernikahan adalah cukup sederhana dan jelas, tapi yang benar-benar berarti bagi Anda adalah pertanyaan nyata di sini.

Ketika pasangan mengubah status mereka dari kencan ke pernikahan, hal-hal pun tampak berubah untuk beberapa alasan. Tampaknya kita percaya bahwa kita memiliki satu sama lain dan mempunyai berbagai cara untuk membuktikannya. Anda menemukan diri Anda tidak melakukan hal-hal yang biasanya Anda lakukan sebelum Anda menikah seperti pergi keluar dengan teman-teman Anda, menghabiskan waktu sendiri dan melakukan hobi Anda, semuanya itu karena Anda telah menikah dan sudah seharusnya melakukan setiap hal bersama-sama.

Sebelum Anda tahu, rasa cemburu dan frustasi mulai muncul ketika Anda ingin melakukan hal-hal yang Anda senangi bersama dengan orang lain. Satu hal yang umum terjadi dalam pernikahan adalah saat persahabatan mengambil alih, dimana Anda berdua saling mencintai, tetapi sudah menjadi “teman” karena Anda sudah terikat dalam hubungan pernikahan.

Jadi mengapa ini semua terjadi? Mengapa banyak pernikahan berakhir mengecewakan dan tidak bekerja? Misinterpretasi, ilusi dan pandangan yang tidak kompatibel tampaknya menjadi jawaban.

Penafsiran yang salah
Banyak orang tampaknya melihat pernikahan sebagai satu kesatuan dimana kedua orang memilki kuasa atas pasangannya dan membatasi kebebasan pasangannya. Yang benar adalah pernikahan bukan berarti Anda berdua tidak lagi bebas. Anda masih dua orang individu yang memilih untuk berbagi hidup Anda bersama-sama. Sementara beberapa perubahan akan terjadi dan akan berpengaruh pada kesatuan yang telah Anda bangun di dalam pernikahan.
Anda berdua masih bebas dan bisa memenuhi semua panggilan hidup dan tujuan Anda.

Ilusi
Banyak dari kita yang berpikir menikahi orang yang kita cintai dan membayangkan sebuah kehidupan yang dipenuhi dengan romansa yang tanpa ujung, gairah, dan kedekatan yang otomatis akan selalu ada. Sementara cinta dan gairah bisa selalu berada di sana, itu tidak akan menjadi otomatis dan ini adalah ilusi yang harus kita lupakan.

Sebuah pernikahan yang sehat mungkin dipenuhi dengan cinta, gairah, dan kedekatan, tetapi bukan tanpa usaha. Jatuh cinta pada awalnya selalu mudah, tapi waktu yang Anda habiskan bersama-sama, usaha lebih yang diperlukan untuk memastikan Anda menjaga gairah hidup diantara Anda berdua. Ini bukan karena orang jatuh cinta dari waktu ke waktu, tetapi karena mereka menghabiskan setiap hari bersama-sama, mengikuti rutinitas tertentu, dan jika Anda tidak membuat waktu untuk keluar dari rutinitas Anda untuk merebut kembali gairah antara Anda, Anda bisa menjauh.

Yang satu ini mungkin tampak jelas, tetapi banyak orang yang mendapatkan hal yang tidak sesuai dengan harapan mereka setelah menikah. Mereka berharap bahwa setelah menikah, segala sesuatu akan menjadi lebih baik. Kenyataannya tidak. Tidak ada orang yang bisa sama persis dan itu tidak diperlukan untuk memiliki hubungan pernikahan yang baik. Namun, Anda perlu memiliki pandangan yang sama dan berbagi cukup banyak kesamaan; itu akan membantu Anda dan pasangan Anda membangun sebuah pernikahan yang lebih solid.

Ketika dua orang memiliki pandangan dan kepercayaan yang berlawanan, mereka sering konflik, sehingga sangat sulit dan menantang untuk mencapai kompromi yang adil, jadi pastikan Anda dan pasangan Anda berbagi pandangan yang sama dalam hidup, serta cinta dan pernikahan.

Selama Anda menjaga poin penting dalam pikiran Anda dan menerapkannya dalam hidup Anda, Anda akan dapat menemukan pasangan yang benar-benar cocok untuk Anda dan kemudian dapat melanjutkan untuk membangun pernikahan yang sukses yang Anda inginkan dari sana.

Sekarang, pernikahan bukan menjadi hal yang menakutkan lagi kan buat Anda?

source : http://www.areadewasa.com/article/love-relationship/mengapa-banyak-pernikahan-yang-gagal

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s