Kurang Tidur Picu Kanker Payudara


Kurang tidur membuat tubuh tak dapat memulihkan kerusakan sel dan jaringan yang terjadi setiap hari. Studi terbaru bahkan menemukan bahwa kuantitas dan kualitas tidur yang buruk meningkatkan agresivitas kanker payudara.

Studi yang diterbitkan jurnal Breast Cancer Research and Treatment tersebut dilakukan melalui survei terhadap 101 wanita postmenopause yang menderita tumor atau kanker payudara.

Hasilnya, mereka yang memiliki waktu tidur malam sedikit selama dua tahun sebelum diagnosis cenderung mengalami kondisi tumor atau kanker lebih parah. Ini dibandingkan dengan mereka yang memiliki kuantitas dan kualitas tidur lebih baik.

Seperti dilansir laman Fit Sugar, kurangnya durasi tidur malam juga meningkatkan risiko tumor atau kanker payudara kambuh dan berkembang lebih agresif.

Studi hanya menemukan hubungan antara durasi tidur dan risiko kanker payudara di kalangan wanita menopause. Kaitan antara durasi tidur dan risiko kanker tidak ditemukan di kalangan wanita usia reproduktif.

“Penelitian lebih lanjut perlu kami lakukan untuk memverifikasi temuan ini dan memahami penyebab hubungan yang muncul,” kata Cheryl Thompson, PhD, pemimpin studi yang merupakan asisten profesor Case Western Reserve University School of Medicine, dikutipmedicalexpress.com

Tidur Cukup Itu Penting
Hasil studi itu tak lantas membuat Anda yang masih muda boleh meremehkan kuantitas dan kualitas tidur. Tak hanya soal risiko kanker, pola tidur buruk juga berisiko memperburuk sistem kekebalan tubuh yang rentah memicu sakit.

Berdasar studi Yale University, mekanisme genetika yang mengatur tidur memengaruhi tingkat gen yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

“Ini menjadi rujukan penting untuk menyelidiki bagaimana faktor-faktor internal tubuh mempengaruhi respons sistem kekebalan tubuh,” kata Profesor Erol Fikrig, penulis studi, yang memublikasikan temuannya di Jurnal Imunitas, seperti dikutipĀ Daily Mail.

Dalam sejumlah jurnal ilmiah, tidur dianggap sebagai momentum penting bagi sel-sel tubuh yang rusak melakukan perbaikan. Kurang tidur akan membuat zat antibodi tidak bekerja maksimal sehingga tubuh mudah sekali terserang penyakit.

Penelitian Universitas Warwick dan Universitas Federico II di Naples bahkan terang-terangan menyebut bahwa kurang tidur berpotensi memicu kematian dini. Demikian juga jika terlalu banyak tidur. Durasi tidur malam ideal yang disarankan adalah sekitar delapan jam.

http://life.viva.co.id

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s