Kencan dengan Mantan Teman Anda? Pikir-Pikir Lagi deh


Berkencan dengan mantan kekasih teman bisa menjadi hal yang aneh dan kikuk jika tidak dijalani dengan etika yang baik. Apalagi jika Anda pun tertarik pada mantan kekasih teman itu dan Pria itu juga lama kelamaan semakin berusaha mendekati Anda.

Tentunya Anda ingin menjalani kedua hubungan tersebut dengan baik tanpa ada yang merasa tersakiti. Inilah hal-hal yang Anda bisa lakukan untuk mewujudkannya, seperti dikutip dari eHow:

1. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memikirkan apakah jika berkencan dengan mantan kekasih teman bisa ditanggulangi dan siap menerima hal buruk yang mungkin terjadi? Sebaiknya cari tahu bagaimana perasaan teman Anda jika Anda berkencan dengan mantan kekasihnya.

2. Tidak ada salahnya mencari tahu tentang bagaimana hubungan teman Anda dengan mantan kekasihnya itu. Apa yang menyebabkan mereka putus? Apakah ada kebiasaan buruk dari Pria tersebut yang tidak bisa ditolerir? Jika ada, tentunya kebiasaan buruk seseorang tidak bisa dengan mudahnya hilang begitu saja. Hal itu juga bisa menjadi alasan Anda untuk tidak menjalin hubungan dengannya. Sebelum terlanjur, lebih baik tinggalkan saja Dia. Tidak ingin memiliki nasib yang sama dengan teman Anda bukan?

3. Sebelum Anda berkencan, pastikanlah hubungan atara mereka benar-benar telah berakhir. Jangan sampai Anda disebut sebagai perusak hubungan orang lain. Jika memang sudah pasti hubungannya berakhir, lihat juga kondisi hubungan mereka, berapa lama hubungan mereka berakhir? Karena hubungan yang baru saja berakhir, terkadang masih ada beberapa hal yang belum terselesaikan. Jadi, berilah mereka waktu untuk menjaga jarak dan menjadi tenang serta nyaman dengan kondisinya untuk menjalin hubungan baru, sehingga Anda tidak menjadi korban pelariannya.

4. Bicarakanlah terlebih dahulu tentang bagaimana situasi yang sedang terjadi secara terbuka dengan teman Anda, sebelum situasi mengarah semakin dalam dan rumit. Katakan padanya kalau Anda akan berkencan dengan mantan kekasihnya. Jika menurutnya tidak ada masalah dengan hal itu, jangan langsung senang terlebih dahulu, karena bisa jadi itu hanya pura-pura.

Perhatikan wajahnya, apakah Ia mengatakannya dengan sungguh-sungguh? Misalkan Dia menyikapi hal itu secara negatif, ya Anda harus bisa memutuskan dengan bijak, mana yang lebih penting dari kedua hubungan itu?

source : http://www.areadewasa.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s